Kontekstualisasi Misi Terhadap Budaya Bakar Batu Suku Lani dan Implementasinya bagi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Jigunikime Puncak Jaya Papua

Authors

  • Debertje Setriani Manafe Institut Injil Indonesia
  • Tekies Morib
  • Risart Pelamonia

DOI:

https://doi.org/10.52157/mak.v1i1.170

Abstract

Bakar Batu merupakan adat istiadat memasak makanan  menggunakan batu panas. Bakar Batu berfungsi sebagai tradisi makan bersama, berkumpul, mengungkapkan rasa syukur, saling berbagi, dan damai. Bakar Batu merupakan warisan nenek moyang suku Lani yang dilakukan apabila merasa bingung, takut, lemah dan sakit. Ritual ini dilakukan untuk`  mencari petunjuk sehingga mereka terlibat dalam kuasa gelap. Kontekstualisasi misi tehadap budaya Bakar Batu Suku Lani bukanlah Bakar Batu yang bertujuan makan bersama melainkan Bakar Batu yang mengadakan ritual gaib yang bertentangan dengan Alkitab. Rumusan masalahnya adalah Bagaimana implementasi kontekstualisasi misi terhadap budaya Bakar Batu Suku Lani bagi jemaat Jigunikime? Tujuan penelitian untuk menjelaskan bahwa dengan memakai model kontekstualisasi misi yang tepat, maka jemaat Jigunikime dapat memberitakan Injil melalui kontekstualisasi budaya Bakar Batu. Metode yang digunakan adalah metode penelitian studi kasus dan analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Respondennya adalah 60 jemaat dari usia 25 tahun ke atas. Dari 60 jemaat yang aktif ke gereja hanya 35 orang, Jadi, sampel yang diambil 35 orang jemaat. Instrumen pengumpulan informasi yang dipakai dalam riset ini adalah angket dan wawancara. Hasil yang didapat dalam riset ini yaitu jemaat Jigunikime dapat memakai 3 model kontekstualisasi misi yakni transformasi: Melalui kebudayaan, Allah berhubungan dengan seseorang saat seseorang diperbaharui Allah, hingga budayanya pula diperbaharui (2 kor 5:17). dan model akomodasi: tindakan menghormati serta keterbukaan kepada budaya asli yang dilakukan di dalam tindakan, sikap, dan pendekatan praktis kontekstualisasi misi. Serta model transendental, menjadi tekanan utamanya adalah pengalaman individu sehingga praktisi kontekstualisasi harus orang dari budaya itu sendiri.

References

“(1531) Tradisi Bakar Batu Masyarakat Kei | JEJAK ANAK NEGERI (28/08/19) - YouTube,” n.d.

Amani, Aulia. Upacara Bakar Batu Di Papua. Jakarta: Clideshare, 2015.

“Aparat Dan Masyarakat Bakar Batu Sepakat Jaga Papua Damai - ANTARA News,” n.d.

Ariarajah, S.Wesley. Injil Dan Kebudayaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.

“Arti Upacara Bakar Batu Bagi Orang Papua - MerahPutih,” n.d.

“Bakar Batu - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas,” n.d.

“Bakar Batu Dan Nilai-Nilainya Dalam Kehidupan Masyarakat Papua Halaman 1 - Kompasiana.Com,” n.d.

Bustanul Agus. Agama Dalam Kehidupan Manusia, Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.

D. Scovi, Y.Kogoya, W.Elabi. Sejarah Injil Masuk Di Wilaya Suku Lani. Jakarta: Andi Offset, 2009.

David J Hesselgrave. Kontekstualisasi: Makna Metode Dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Dede Utomo. Penelitian Kualitatif: Aliran & Tema, Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif. Edited by Bagong Suyanto. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005.

J.Verkuyl. Etika Kristen Kebudayaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1982.

Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010.

“Mandat Budaya,” n.d.

Mansoben, Johsz. R. Sistem Politik Tradisional Di Irian Jaya. LIPI-RUL, 1995.

Mariasusai Dhavamony. Fenomologi Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Mawikere, Marde Christian Stenly. “Menelaah Dinamika Kontekstualisasi Sebagai Upaya Pendekatan Penginjilan Yang Memberdayakan Budaya Penerima Injil.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 6, no. 2 (2022): 496–512.

———. “Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Masyarakat Baliem Papua.” Jurnal Jaffray 16, no. 1 (2018): 25–54.

Octavianus, P. Identitas Kebudayaan Asia Dalam Terang Firman Allah. Batu Malang: YPPII Dept. Literatur, 1985.

Sabbat, Rafles P, Stimson Hutagalung, and Rolyana Ferinia. “Kontekstualisasi Marari Sabtu Sebagai Jembatan Misi Injil Terhadap Parmalim.” Media (Jurnal Filsafat Dan Teologi) 3, no. 1 (2022): 63–76.

Setiawan, David Eko. “Menjembatani Injil Dan Budaya Dalam Misi Melalui Metode Kontektualisasi.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. 2 (2020): 160–80.

Siswanto, Krido. “Perjumpaan Injil Dan Tradisi Jawa Timuran Dalam Pelayanan Misi Kontekstual.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 1 (2017): 61–66.

Susanto-Sunario, Astrid S. “Kebudayaan Jayawijaya Dalam Pembangunan Bangsa.” Jakarta, Indonesia: Pustaka Sinar Harapan, 1994.

Tanudjaja, Rahmiati. “Kontekstualisasi Sebagai Sebuah Strategi Dalam Menjalankan Misi: Sebuah Ulasan Literatur,” 2000.

Tomatala, Yakob. Kontekstualisasi Misi. Malang: Gandum Mas, 2001.

———. Teologi Misi. Jakarta: YT Leadership Foundation, 2003.

———. Yesus Kristus Juruselamat Dunia, Satu-Satunya Jawaban Atas Masalah Manusia. Jakarta: YT Leadrhip Fourndation, 2004.

“Tradisi Bakar Batu, Papua - Backpacker Jakarta,” n.d.

“Tradisi Bakar Batu Di Papua,” n.d.

Tupamahu, Chresty Thessy. “Kontekstualisasi Misi Melalui Tradisi Pukul Sapu Di Desa Morella.” Missio Ecclesiae 5, no. 2 (2016): 153–68. https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/63.

“Yuk Nikmati Kekayaan Budaya Papua Di Sarinah – Http://Www.Kalderanews.Com,” n.d.

Abstract viewed = 154 times

Citation

Downloads

Published

2022-05-30

How to Cite

Manafe, D. S., Morib, T. ., & Pelamonia, R. . (2022). Kontekstualisasi Misi Terhadap Budaya Bakar Batu Suku Lani dan Implementasinya bagi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Jigunikime Puncak Jaya Papua. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual, 1(1), 97–122. https://doi.org/10.52157/mak.v1i1.170

Issue

Section

Articles