https://jurnal.i3batu.ac.id/me/issue/feed Missio Ecclesiae 2022-04-25T00:00:00+00:00 Pengelola Jurnal Missio Ecclesiae missioecclesiae@i3batu.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Missio Ecclesiae </strong>merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Institut Injil Indonesia Batu dengan nomor ISSN <a href="#" data-cke-saved-href="#">2721-8198</a> (media online), ISSN <a href="#" data-cke-saved-href="#">2086-5368</a> (media cetak).</p> <p><strong>Jurnal Missio Ecclesiae</strong> menerima artikel dari semua dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh <em>reviewer</em> melalui proses <em>blind-review</em>. Focus dan Scope Jurnal Missio Ecclesiae, yaitu: Teologi Biblika (Perjanjian Lama &amp; Perjanjian Baru), Teologi Historika, Teologi Sistematika, Misiologi, Etika Kristen, dan Pendidikan Agama Kristen.</p> <p><strong>Jurnal Missio Ecclesiae </strong>terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober, dan menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (<em>content</em>) dengan memegang prinsip untuk membuat penelitian tersedia secara bebas untuk umum dalam rangka mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.</p> https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/146 MODEL PENYELESAIAN KONFLIK DALAM PEMILIHAN PEMIMPIN DI SINODE GEREJA KRISTEN INJILI NUSANTARA (GKIN) 2022-03-15T08:54:55+00:00 Adieli Halawa adieli2011@gmail.com Robert Calvin Wagey wageyrobertcalvin@gmail.com <p>Pada masa kini, konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Pemahaman tentang konflik secara komprehensif baik teori umum maupun Alkitab merupakan bagian yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap pemimpin Kristen khususnya para pemimpin di Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN). Tujuan penelitian dalam tulisan ini adalah:(1) Untuk mengetahui teori umum dan pandangan Alkitab tentang konflik. (2) Untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik dalam Pemilihan Pemimpin di Sinode GKIN. (3) Untuk menemukan model penyelesaian konflik dalam Pemilihan Pemimpin di Sinode GKIN. Observasi serta penelitian yang dilakukan peneliti dalam proses pemilihan pemimpin di sinode GKIN mengerucut pada satu bukti dan fakta yang tidak terbantahkan bahwa terjadi konflik dalam pemilihan pemimpin yang sedang berlangsung di sinode GKIN. Jika dikonstruksikan maka konflik yang terjadi karena: (1) Dukung mendukung calon yang menimbulkan konflik interpersonal, intra grup dan kelompok dalam sinode GKIN. (2) Regulasi yang mengatur tentang pemilihan pemimpin di sinode GKIN belum memadai dan memenuhi kebutuhan organisasi. (3) Karakter para pemimpin di GKIN yang belum bersesuaian dengan prinsip-prinsip kepemimpinan Kristen yang berdasarkan Alkitab. (4) Konflik dalam pemilihan pemimpin yang sudah berlangsung lama belum ada upaya terstruktur dan sistemik dalam mengelola potensi konflik tersebut menjadi hal positif bagi organisasi. Sinode GKIN membutuhkan sebuah model pendekatan penyelesaian konflik dengan empat model sesuai dengan konteks di sinode GKIN, yaitu: Model proposal penyelesaian masalah, model dialog terbuka untuk solusi, model solusi komprehensif dan model hikmat Allah.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/145 MODEL LIQUID CHURCH BAGI PENINGKATAN PELAYANAN PASTORAL GEREJA-GEREJA ANGGOTA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA SETEMPAT (PGIS) DI KOTA BATU 2022-03-05T06:03:25+00:00 Franky Franky frankytambuh9@gmail.com Dina Elisabeth Latumahina dina.latumahina@gmail.com <p>Di tengah konteks zaman yang terus mengalami perubahan, gereja sebaiknya terbuka dalam menghadapi kepelbagaian dan perubahan. Dalam melayani (pastoral), gereja harus menghayati dan menjalani kehidupannya dalam proses pembaharuan terus menerus serta menjadi cair (<em>liquid</em>). Apabila memerhatikan dinamika pelayanan pastoral pada saat ini, maka gereja tidak lepas dari permasalahan dalam menyikapi perubahan. Misalnya: adanya anggapan bahwa keterbukaan terhadap sesuatu di luar gereja akan mengancam eksistensi gereja pada masa kini. Akibatnya, gereja tidak mau dievaluasi, menerima kritik dan saran karena menganggap pendekatan pelayanan tradisional adalah cara/ metode terbaik dalam menerapkan pelayanan pastoral. Dalam artikel ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yakni menggali pemahaman dan pengalaman subyektif dari para informan dengan memerhatikan konteks pelayanan pastoral gereja-gereja anggota PGIS Kota Batu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji serta menemukan model <em>liquid church</em> bagi peningkatan pelayanan pastoral. Pada akhirnya, dengan mengacu pada kajian literatur, hasil dan pembahasan, maka peneliti menemukan Model <em>Liquid Churc</em><em>h</em>, yakni: 1) Gereja Tidak Bersifat Eksklusif; 2) Gereja Kontekstual; 3) Gereja Adaptif; 4) Gereja yang Inovatif dan Kreatif; 5) Gereja yang Membumi dan 6) Gereja Yang Relevan dengan Situasi dan Kondisi. Model ini dapat menjadi rekomendasi bagi gereja-gereja anggota PGIS Kota Batu guna meningkatkan pelayanan pastoral.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/152 ANAK-ANAK IMAM ELI (I SAMUEL 2-3) DAN REFLEKSINYA BAGI ANAK-ANAK HAMBA TUHAN 2022-04-04T03:13:50+00:00 Maria Hanie Endojowatiningsih haniehamid05@gmail.com <p>Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan. Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas positif. Hasil wawancara informal, ditemukan bahwa ada yang menanggapi negatif, misalnya merasa tertekan, dituntut terlalu banyak, tidak sebebas anak-anak lain, dibayang-bayangi oleh status orangtuanya. Namun ada yang menanggapinya secara positif, misalnya bersyukur dan bangga akan status sebagai anak-anak hamba Tuhan, karena bisa mendapat pendidikan dan keteladanan rohani yang sangat baik dari orangtua, bisa turut melayani bersama orangtua. Anak-anak imam Eli, di tengah umat Israel, ternyata menanggapi secara negatif, yaitu dengan perilaku yang sangat tidak menjadi berkat, dan menjadi perhatian Tuhan.</p> <p>Pembahasan penelitian ini, kiranya dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak hamba Tuhan agar tidak memiliki kecenderungan seperti halnya anak-anak imam Eli, dan penting juga bagi para hamba Tuhan supaya tidak mengalami kegagalan seperti imam Eli. Metode penelitian yang penulis pakai adalah kualitatif, dengan mewawancarai 13 mahasiswa Institut Injil Indonesia yang orangtuanya (ayah atau ibunya) adalah hamba Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% informan kecewa menjadi anak hamba Tuhan, 46% informan pernah minder menjadi anak hamba Tuhan, dan informan berpendapat bahwa jika anak-anak hamba Tuhan tidak mengaktualisasikan Firman Tuhan secara benar maka akan menjadi batu sandungan bagi jemaat, merusak pekerjaan Tuhan, nama baik orangtua tercemar, dan wibawa orangtua hilang.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/153 PERAN ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI ANAK USIA REMAJA AWAL MENURUT 2 TIMOTIUS 1:3-18 2022-04-20T04:57:33+00:00 Meldaria Manihuruk meldariaamiman@gmail.com Chresty Thessy Tupamahu chresttupamahu@gmail.com Lasrida Siagian misslasrida@gmail.com <p>Pendampingan Pastoral atau Pastoral Care adalah sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang yang bersedia untuk memberikan perhatian, perawatan, pemeliharaan, atau perlindungan kepada seseorang lain yang membutuhkan. Pendampingan pastoral memberikan pertolongan yang menghubungkan antara pendamping, orang yang didampingi, dengan Allah. Orang tua sebagai “manager” atau “penjaga” bagi anak-anaknya memiliki peran penting dalam pendampingan pastoral untuk menolong anak-anaknya khususnya bagi anak-anak remaja awal yang memasuki masa-masa krisis peralihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam pendampingan pastoral bagi anak usia remaja awal menurut 2 Timotius 1:3-18. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan <em>grammatical analysis</em>. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan tekni studi literatur dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa peran orang dalam pendampingan pastoral bagi orang tua anak remaja awal harus meliputi ucapan syukur, mendoakan, mendidik, memberi kasih sayang, memberi disiplin, serta memberi teladan kepada anak. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa masa-masa krisis peralihan anak remaja awal tidak bisa dihindari, namun kesadaran dan kesigapan orang tua dalam peran pendampingan pastoral terhadap anak remaja awal ini sangat signifikan karena dapat menolong anak mereka menghadapi masa-masa peralihan tersebut.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/150 HAKIKAT IBADAH VS IBADAH STREEMING: STUDI KONTEN ANALISIS 2022-03-28T04:20:06+00:00 Rio Janto Pardede pardede.r@gmail.com Ferdinan Samuel Manafe peaceferdy@gmail.com Yatmini Yatmini yatminipardede.r@gmail.com <p>Ibadah streaming merupakan salah satu cara untuk memfasilitas jemaat untuk dapat dilayani melalui ibadah yang didalamnya juga terkandung pujian, penyembahan dan firman Tuhan. Dalam pengertian, hakikat ibadah menentukan ibadah streaming layak disebut sebagai ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana pentingnya memahami hakikat ibadah dalam ibadah <em>streaming</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian konten analisis yang di jelaskan secara deskriptif. Berdasarkan analisis isi yang dilakukan, ditemukan hubungan antara hakikat ibadah dengan ibadah <em>streaming</em> pada konten: 1) Perjanjian Lama: Sejak zaman Kain dan Habel, Patriakh (Abraham, Ishak, Yakub), Musa, Para Hakim, Daud, Salomo, Nabi-nabi, Mazmur. 2) Perjanjian Baru: Sinagoge, Injil Sinoptik (sikap hati, Menyembah dalam roh dan kebenaran), Paulus (Mengenal Allah yang disembah, Mempersembahkan totalitas hidup, ibadah tanpa kepura-puraan, ibadah berguna dalam segala hal), Ibrani (menyucikan hati nurani, Mengekang lidah). Sehingga pelaksanaan ibadah bukan masalah dimana dan kapan dilaksanakan tetapi bagaimana spiritualitas pribadi seseorang dalam menghormati Tuhan dalam ibadahnya, baik melalui ibadah <em>streaming</em>. Karena sejarah Alkitab membuktikan para tokoh-tokoh Alkitab melakukan ibadah dimana mereka memiliki keterikatan spiritualitas dengan Allah.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/156 PEMBINAAN WARGA GEREJA YANG KECANDUAN NARKOBA BERDASARKAN MATIUS 18: 12 – 14 SUATU STUDI FENOMENOLOGI 2022-04-18T05:03:57+00:00 Safri Pardede safripardede@yahoo.com Alvyn Cesarianto Hendriks ahendriks@unai.edu Stimson Hutagalung stimson.hutagalung@unai.edu Janes Sinaga janessinaga777@gmail.com <p>Kecanduan narkoba sudah menjadi permasalahan besar dihadapi dan mengkawatirkan, di dunia. Pada tahun 2017 sampai 2019 ada sekitar 3,3 sampai 3,6 juta jiwa lebih diantara umur 10 tahun sampai 59 tahun, dan termasuk pelajar. Mereka yang berusia 15 tahun sampai 35 tahun (generasi milenial) lebih cenderung pecandu narkoba. Berdasarkan data ini, penelitian bermaksud agar gereja dan gembala mengadakan pembinaan kepada warga gereja dan kepada mereka yang telah menggunakan narkoba sebagai mana dalam Matius 18:12 – 14, dengan tujuan mencegah menjadi pecandu dan pengguna narkoba. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu mengungkap makna dan pengalaman subjek serta mengutip literatur-literatur dari internet dan pengalaman penulis selama tinggal di rumah satu keluarga dimana ada anaknya yang kecanduan narkoba yang tidak mendapatkan pembinaan serta pendampingan. Hasilnya agar warga gereja dapat mengetahui efek dan bahayanya narkoba dan kepada mereka yang ketergantungan narkoba menyadari kesalahaan dan dapat sembuh serta dapat diterima menjadi warga gereja.</p> 2022-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Missio Ecclesiae