Perceraian Dalam 1 Korintus 7: 10-11

Authors

  • Jeny Marlin Sekolah Tinggi Teologi Star
  • Edo Wardo Parsaoran Sitorus Sekolah Tinggi Teologi Star

DOI:

https://doi.org/10.52157/mak.v5i1.504

Keywords:

Perceraian, Keluarga Kristen, 1 Korintus 7:10-11

Abstract

Pernikahan sesungguhnya bukanlah sesuatu hal yang kebetulan melainkan rencana Allah, karena itu apa yang sudah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan manusia, (I Korintus 7:10-11). Namun kenyataannnya suara kekristenan tidak bulat dalam menanggapi hal ini, sebab masih ada keluarga Kristen yang bercerai, kemudian ada gereja yang mengijinkan perceraian. Tujuan penelitian ini adalah agar kekristenan tidak menutup mata terhadap fenomena-fenomena yang banyak terjadi dewasa ini, tidak salah dalam memandang dan menginterpretasi bagian alkitab yang berbicara tentang perceraian, salah satunya di dalam 1 Korintus 7:10-11 sehingga setiap pasangan tidak mengakhiri pernikahan bagaimanapun keadaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif desktiptif melalui pendekatan kajian pustaka dengan melakukan proses eksegesis membahas secara mendalam, dilengkapi dengan buku-buku maupun jurnal yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, Paulus memberikan perintah yang sesungguhnya itu merupakan perintah dari Tuhan Yesus bahwa didalam pernikahan Kristen tidak boleh sekalipun diberikan peluang dengan alasan apapun suami dan istri bercerai.  Bagi pasangan Kristen yang sudah sempat bercerai, Paulus memerintahkan supaya tidak boleh menikah lagi sampai salah satu dari mereka meninggal atau jikalau tidak demikian maka mereka berdamai atau rujuk kembali. Sebagai kesimpulan bahwa dalam kekristenan perceraian tidak diizinkan sama sekali bagaimanapun keadaannya. Pasangan   harus memiliki pemahaman dan perilaku yang benar terhadap perceraian sehingga tidak mengakhiri pernikahan bagaimanapun keadaannya.

References

Anderson, R. Dean, Tafsiran Perjanjian Baru: Surat 1 Korintus, Surabaya: Momentum, 2018.

Barclay, William, Pemahaman Alkitab Setiap Hari: 1 Korintus & 2 Korintus, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2011.

Bruce, F, F, The New Century Bible Commentary: I & II Corinthians, Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 1971.

Brill, J. Wesley, Tafsiran Surat Korintus, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2003.

Dariyo, Agoes, Psikologi Perkembangan Dewasa Muda, Jakarta: Grasindo, 2008.

David, Gushee, P, Etika Kerajaan, Surabaya: Momentum, 2008.

Douglas, J, D, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1995.

Duyverman, Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2012.

Fee, Gordon, D, The New International Commentary on the New Testament: The First Epistle to the Corinthians, Michigan Cambridge UK: Grands Rapids, t.t.

Ginting, Rahmanita, Etika Komunikasi dalam Media Sosial: Saring Sebelum Sharing, Cirebon: INSANIA, 2021.

Grudem, Wayne, Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine, Leicester: IVP, 1994.

Hadiwijono, Harun, Agama Hindu dan Buddha, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Hakh, Samuel, Benyamin, Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar, dan Pokok-pokok Teologisnya, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2019.

Hasan Sutanto, Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab, Malang: Literatur SAAT, 2011.

Heabert, D. Edmond, An Introduction to the New testament: volume 2 The Pauline Epistles, t.k: Wipl and Stock Publishers, 2002.

House, H. Wayne, Divorce and Remarriage: Four Christian Views, Downers Grove: IVP, 1990.

Hurlock, Elizabeth, B, Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga, 1993.

Lobby, J. T, Loekmono, Konseling Pernikahan, Salatiga: Pusat Bimbingan Universitas Kristen Satya Wacana, 1989.

Metzger, Bruce, M, The Oxford Companion To The Bible, Oxford: Oxford University Press, 1993.

Morris, Leon, Tafsiran Pilihan Momentum: Injil Matius, Surabaya: Momentum, 2016.

Mukhtar, Metode Praktis Deskriptif Kualitatif, Jakarta: Referensi, 2013.

Newman, JR, Barclay, M, Kamus Yunani-Indonesia Untuk Perjanjian Baru, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2016.

Nurjaman, Agus, Catatan Hati Seorang Suami, Bogor: Guepedia, 2020.

O. C, Groenen, Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru, Jogjakarta: Kanisius, 1984

Parapak, Jonathan, Growing Together: Membangun & Memperkaya Keluarga dalam Tuhan, Surabaya: Literatur Perkantas, 2017.

Pfeiffer, Charles, F, & Everett, F. Harrison, The Wycliffe Bible Commentary: Volume 1, Malang: Gandum Mas, 2011.

Pfitzner, V. C, Ulasan atas 1 Korintus: Kesatuan dalam Kepelbagian, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2011.

Reynolds, Lisa, Rene, Still a Family: A Guide to Good Parenting Through Divorce, USA: AMACOM, 2009.

Rosner, Brian, S, Paul, Scripture, and Ethics: A Study of 1 Corinthians 5-7, Leiden: E. J. Brill, 1994.

Salim, Peter, Advanced English – Indonesia Dictionary, Jakarta: Modern English Press, 2001.

Schafer, Ruth, & Freshia, Aprilyn, Ross, Bercerai Boleh atau Tidak? Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2017.

Simanjuntak, P. N. H, Hukum Perdata Indonesia, Jakarta: Kencana, 2017.

Subekti, R, Pokok Pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 1985.

Sudharsono, Perceraian Dalam Masyarakat dan Pencegahannya, Jakarta: Gramedia, 1999.

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif: untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif, Bandung: Alfabeta, 2023.

Sugiyino, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Bandung: Alfabeta, 2014.

Susanto, Hasan, Hermeneutika, Malang: SAAT, 1991.

Susanto, Hasan, Perjanjian Baru Interlinear dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) jilid I, Jakarta: LAI, 2014.

Susanto, Hasan, Perjanjian Baru Interlinear dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) jilid II, Jakarta: LAI, 2014.

Tanudjaja, Rahmiati & Wardani, Mumpuni, Etika Kristen: Pilihan dan Isu, Malang: SAAT, 2000.

Tenney, Merril, C, Survei Perjanjian Baru, Malang: Gandum Mas, 2009.

Thiselton, Anthony, C, The First Epistle to the Corinthians, Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 2000.

Timotius, Kris, H, Pengantar Metodologi Penelitian: Pendekatan Manajemen Pengetahuan Untuk Perkembangan Pengetahuan, Yogyakarta: ANDI, 2017.

¬_____, Alkitab Terjemahan Baru, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.

____, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1988.

_____, Tafsiran Matthew Henry: Kitab Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi, Surabaya: Momentum, 2023.

_____, Tafsiran Matthew Henry: Kitab Bilangan & Ulangan, Surabaya: Momentum, 2019.

_____, Tafsiran Matthew Henry: Surat Roma, 1&2 Korintus, Surabaya: Momentum, 2015.

_____, Ensiklopedia Alkitab Masa Kini: Jidil II M-ZI, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2011.

_____, Tafsiran Matthew Henry: Injil Matius 15-28, Surabaya: Momentum, 2008.

_____, The Wycliffe Bible Commentarry, Chicago: Moody Press, 1976.

_____, Handbook to the Bible: pedoman lengkap pendalaman Alkitab, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.

_____, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I A-L, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2011.

Aditya, Grady, & Sapto, Hariadi, “Tinjauan Teologis Tentang Perceraian Menurut Injil Matius 19:1-9 Bagi Umat Kristiani Di Indonesia,” Jurnal Alucio Dei, STT DP, Vol.6, No.1, 2022.

Downloads

Published

31.05.2026

How to Cite

Marlin, J., & Sitorus , E. W. P. (2026). Perceraian Dalam 1 Korintus 7: 10-11. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual, 5(1), 87–104. https://doi.org/10.52157/mak.v5i1.504

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.