ANAK-ANAK IMAM ELI (I SAMUEL 2-3) DAN REFLEKSINYA BAGI ANAK-ANAK HAMBA TUHAN

Authors

  • Maria Hanie Endojowatiningsih Institut Injil Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52157/me.v11i1.152

Keywords:

Anak-anak Imam Eli, I Samuel 2-3, Anak-anak hamba Tuhan

Abstract

Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan. Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas positif. Hasil wawancara informal, ditemukan bahwa ada yang menanggapi negatif, misalnya merasa tertekan, dituntut terlalu banyak, tidak sebebas anak-anak lain, dibayang-bayangi oleh status orangtuanya. Namun ada yang menanggapinya secara positif, misalnya bersyukur dan bangga akan status sebagai anak-anak hamba Tuhan, karena bisa mendapat pendidikan dan keteladanan rohani yang sangat baik dari orangtua, bisa turut melayani bersama orangtua. Anak-anak imam Eli, di tengah umat Israel, ternyata menanggapi secara negatif, yaitu dengan perilaku yang sangat tidak menjadi berkat, dan menjadi perhatian Tuhan.

Pembahasan penelitian ini, kiranya dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak hamba Tuhan agar tidak memiliki kecenderungan seperti halnya anak-anak imam Eli, dan penting juga bagi para hamba Tuhan supaya tidak mengalami kegagalan seperti imam Eli. Metode penelitian yang penulis pakai adalah kualitatif, dengan mewawancarai 13 mahasiswa Institut Injil Indonesia yang orangtuanya (ayah atau ibunya) adalah hamba Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% informan kecewa menjadi anak hamba Tuhan, 46% informan  pernah minder menjadi anak hamba Tuhan, dan  informan berpendapat bahwa jika anak-anak hamba Tuhan tidak mengaktualisasikan Firman Tuhan secara benar maka akan menjadi batu sandungan bagi jemaat, merusak pekerjaan Tuhan, nama baik orangtua tercemar, dan wibawa orangtua hilang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brown, F. R. 1979. The New Brown-Driver-Briggs-Gesenius Hebrew and English Lexicon?: With an Appendix Containing the Biblical Aramaic. Hendrickson.

David M. Howard Jr. 2002. Kitab-Kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas.

Douglas, J. D. 1995. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 (A-L). Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih.

Echols, J. M., and H. Shadily. 1977. Kamus Inggris-Indonesia. Gramedia.

Green, Denis. 1984. Pengenalan Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas.

Harris, R. L., G. L. Archer, and B. K. Waltke. 2003. Theological Wordbook of the Old Testament. Moody Publishers.

Hertzberg, H. W. 1964. I & II Samuel: A Commentary. Presbyterian Publishing Corporation.

Keil, C. F., F. Delitzsch, and J. Martin. 1872. Biblical Commentary on the Books of Samuel. T. & T. Clark.

Poerwadarminta, W. J. S., and Pusat Bahasa (Indonesia). 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Rothlisberger, H. 1983. Tafsiran Alkitab, 1 Samuel. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Schultz, S. J. 1983. Pengantar Perjanjian Lama: Taurat Dan Sejarah (Kejadian - Ester). Gandum Mas.

W. s. Lasor, D. H. F. 1997. Pengantar Perjanjian Lama 1. BPK Gunung Mulia.

Abstract viewed = 187 times

Citation

Downloads

Published

2022-04-25

How to Cite

Endojowatiningsih, M. H. (2022). ANAK-ANAK IMAM ELI (I SAMUEL 2-3) DAN REFLEKSINYA BAGI ANAK-ANAK HAMBA TUHAN. Missio Ecclesiae, 11(1), 37–50. https://doi.org/10.52157/me.v11i1.152

Issue

Section

Articles