PERAN PERAN PASTORAL KONSELING YANG BERDAMPAK BAGI PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DEWASA MUDA

Authors

  • Christo Calvaneoza SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHARISMA BANDUNG
  • Paulus SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KHARISMA BANDUNG

DOI:

https://doi.org/10.52157/me.v12i1.183

Keywords:

Pastoral Konseling, Pertumbuhan Rohani, Dewasa Muda, Pastoral Counseling, Spiritual Growth, Young Adults

Abstract

Masa dewasa muda adalah masa penuh dengan masalah, ketegangan emosional, isolasi sosial, komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas. Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dialami, kurangnya pemahaman jemaat dewasa muda akan pastoral konseling. Sehingga saat jemaat dewasa muda menghadapi masalah cenderung menyimpan masalahnya sendiri daripada datang ke pastoral konseling. Hal inilah yang mempengaruhi pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini yaitu metode pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Teknik ini digunakan karena penelitian ini merupakan sebuah kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah yang berhubungan dengan peran konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda sangat penting dan berharga bagi fase perkembangan seseorang, oleh sebab itu setiap individu diharapkan mampu melaksanakan tugas perkembang tersebut dengan baik. Ada pun beberapa strategi konseling pastoral dalam menumbuhkan rohani jemaat dewasa muda yaitu: konseling melalui kelompok sebaya dan melalui mentoring yang berkelanjutan. Jadi peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda adalah mampu mengarakan konseli terhadap perkembangan dan peningkatan kemampuan individu dalam mencapai tugas perkembangannya dengan baik. Ketika tercapai dengan baik perkembangannya tersebut maka diharapkan jemaat dewasa muda dapat menjadi mengerti dalam menangani permasalahan yang dihadapi selanjutnya.

 

Young adulthood is a time full of problems, emotional tension, social isolation, commitment and dependence, changing values, creativity. In dealing with the various problems experienced, the young adult congregation lacks understanding of pastoral counseling. So that when young adult congregations face problems they tend to keep their problems to themselves rather than coming to pastoral counseling. This is what affects the spiritual growth of the young adult congregation. The method used in carrying out this research is a qualitative approach method. While the research writing technique used is literature study. This technique is used because this research is a theoretical study, references and scientific literature related to the role of counseling on the spiritual growth of young adult congregations. expected to be able to carry out this development task well. There are also several pastoral counseling strategies in growing the young adult congregation spiritually, namely: counseling through peer groups and through ongoing mentoring. So the role of pastoral counseling on the spiritual growth of the young adult congregation is to be able to guide the counselee towards the development and improvement of individual abilities in achieving their developmental tasks properly. When these developments are achieved well, it is hoped that the young adult congregation will be able to understand in dealing with the problems that will be faced next.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amti, Prayitno dan Erman. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Anderson, E. dan Shannon, A. 1998. “Toward a Conceptualization of Mentoring.” Journal of Teacher Education.

Anggita, Kumara. 2020. “4 Masalah Psikologis Yang Dihadapi Pada Usia 25-35 Tahun.” Www.Medcom.Id. Retrieved (https://www.medcom.id/rona/keluarga/GbmY7X1b-4-masalah-psikologis-yang-dihadapi-pada-usia-25-35-tahun).

Bimo Walgito. 2010. Bimbingan Konseling Studi Karier. Yogyakarta: ANDI.

Clinebell, Howard. 2002. Tipe-Tipe Dasar Pendampingan & Konseling Pastoral. Yogyakarta: Kanisius.

Daring, Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2016. “Men.to.Ring /Mèntoring/.” Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia. Retrieved (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mentoring).

Diane Papalia, Sally Olds, Ruth Feldman. 2008. Human Development. NEW YORK: McGraw-Hill.

Drs. Sucipto. M.Pd. 2009. Kons, Konseling Sebaya. Mawas.

Elhamwirda. 2015. Konseling Sebaya:Alternatif Kreatif Layanan Bimbingan Konseling Disekolah. Yogyakarta: Media Akademika.

Garry R. Collins. 2012. Konseling Kristen Yang Efektif. Malang: Literatur SAAT.

Hurlock, Elizabeth B. 2007. Perkembangan Anak. 6th ed. Jakarta: Erlangga.

J.I.Ch.Abineno. n.d. Pedoman Praktis Untuk Pelayanan Patoral. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.

Jonatan Setiawan. 2006. Tolong Saya Mau Bertumbuh. Yogyakarta: Impact Publishing.

Kasper, Michael. 2002. Information Packet: Mentoring, National Resource Center For Foster Care & Permanency Planning. NEW YORK.

Ketut, Dewa. 2008. Proses Bimbingan Konseling Di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Maliki. 2016. Bimbingan Konseling Di Sekolah Dasar Suatu Pendekatan Imajinatif. Jakarta: Kencana.

Muchlisin Riadi. n.d. “Mentoring (Pengertian, Fungsi, Unsur, Jenis Dan Tahapan Kegiatan).” Kajianpustaka.Com. Retrieved (https://www.kajianpustaka.com/2019/12/mentoring-pengertian-fungsi-unsur-jenis-dan-tahapan-kegiatan.html).

Nikodemus Thomas Martoredjo. 2015. “PERAN DIMENSI MENTORING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA.” HUMANIORA.

Powel, Lynn Connaway Silipigni and Ronald R. 2007. Basic Research Methods to Librarians. California: Libraries Unlimited.

Putri, Alifia Fernanda. 2018. “Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya.” SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling. doi: 10.23916/08430011.

R.C.Sproul. 2005. Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen. Malang: Literatur SAAT.

Rebecca, Mary. 1982. Peer Counceling, A Way of Life. Manila: The Peer Counseling Foundation.

Ronda, Daniel. 2018. PENGANTAR KONSELING PASTORAL. Bandung: Kalam Hidup.

Sanders, Oswald. 1979. Kepemimpinan Rohani. Bandung: Kalam Hidup.

Santrock, John W. 2012. Life Span Development. Jakarta: Erlangga.

Sitti Hartinah. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Refika Aditama.

Sujarwo, Sujarwo. 2007. “Strategi Pembelajaran Partisipatif Bagi Belajar Orang Dewasa (Pendekatan Andragogi).” Majalah Ilmiah PembelajaranPembelajaran.

Suranta, Kadek. n.d. “Pengembangan Model Tour Bimbingan Dan Konseling Sebaya (Peer Counseling) Untuk Mengatasi Masalah Mahasiswa Falkultas Ilmu Pendidikan Indonesia.” Jurnal Pendidikan Indonesia2 2.

Syamsul Yusuf, Nurihsan Juntika. 2006. Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Rosdakarya.

Telaumbanua, Arozatulo. 2019. “Peran Gembala Sidang Sebagai Pendidik Dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika. doi: 10.34081/fidei.v2i2.45.

Tong, Stephen. 2013. From Faith To Faith, Dari Iman Kepada Iman. Surabaya: Momentum.

Wanry, Wanry, and Simon Tarigan. 2021. “PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PERTUMBUHAN ROHANI DI SEKOLAH TINGGI FILSAFAT JAFFRAY MAKASSAR.” Repository Skripsi Online.

White, R. E. .. 1976. A Guide to Pastoral Care: A Practical Primer of Pastoral Theology. Glasgow: Pickering & Inglis LTD.

William A Clebsch and Charles R Jaekle. 1994. Pastoral Care in Historical Perspective. Jason Aronson: Incorporated.

Wiryasaputra, Totok S. 2019. Konseling Pastoral Di Era Milenial. Yogyakarta: Seven Books.

Yudrik Jahja. 2011. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. 1st ed. Jakarta: Kharisma Putra Utama.

Abstract viewed = 291 times

Citation

Downloads

Published

2023-05-12

How to Cite

Calvaneoza, C., & Hermanto, Y. (2023). PERAN PERAN PASTORAL KONSELING YANG BERDAMPAK BAGI PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DEWASA MUDA. Missio Ecclesiae, 12(1), 49–60. https://doi.org/10.52157/me.v12i1.183

Issue

Section

Articles