SIKAP KRISTEN DALAM ARENA POLITIK

Authors

  • Ferdinan Samuel Manafe Institut Injil Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52157/me.v6i1.66

Keywords:

sikap Kristen, arena politik

Abstract

Manusia diberi kuasa atas ciptaan. Allah berfirman kepada manusia pertama: "Penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi" (Kej.1:28). Kuasa menjadi sebagian struktur ciptaan. Allah melihatnya, "sungguh amat baik" (Kej.1:31). Manusia, seperti seluruh ciptaan, hidup di bawah kuasa Allah.Tetapi manusia, berbeda dengan ciptaan lain, juga diberi kuasa sebagai subyek.Ia berkuasa atas makhluk yang lain. Pelaksanaan kuasa manusia atas manusia yang lain juga merupakan sebagian aturan kehidupan yang ditentukan Allah. "Tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah" (Roma 13:1). Orang Kristen boleh berpolitik;ia boleh berkuasa.  Orang Kristen berpolitik bukan untuk menghapuskan kuasa, tetapi untuk berusaha supaya kuasa dapat dipakai untuk tujuan yang benar dan adil. Orang Kristen perlu belajar bagaimana menghubungkan moralitas dengan kuasa supaya ia berhasil memperbaiki masyarakat. Sikap politik Yesus itu menjadi dasar bagi keterlibatan gereja dalam politik.Jelas, gereja bukanlah lembaga politik. Gereja tidak menyamakan diri dengan sebuah partai politik. Gereja tidak menganjurkan umatnya memilih partai tertentu. Akan tetapi, gereja melakukan pendidikan politik. Salah satu bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK) Orang Dewasa adalah pendidikan politik melalui khotbah, buku, pemahaman Alkitab, dan yang lainnya. Itu bukan berarti bahwa kita menjadi anggota suatu partai, melainkan bahwa kita mempunyai kesadaran politik. Kita bukan bersikap masa bodoh, melainkan mengkritisi keadaan dengan cara setiap hari membaca fakta dan opini di surat kabar. Kristus adalah Tuhan atas diri kita sebagai individu dan juga atas diri kitasebagai bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita turut berpartisipasi dalam menentukan warna keyakinan dan kebijakan mengatur Negara. Salah satu cara partisipasi itu adalah ikut pemilu dan pilkada. Dengan ikut politik, orang percaya ikut menentukan nasib hari depan masyarakat sebab suara setiap orang percaya yang berhak ikut dalam demokrasi politk akan ikut dihitung. Di situlah orang percaya bisa memilih pemimpin yang bersih, gesit, cakap, kreatif, produktif, berintegritas dan dapat dipercaya, serta adil terhadap semua golongan etnik atau agama. Dengan partisipasi itu orang percaya sedang bersikap politis yang alkitabiah. Politik yang alkitabiah adalah suatu upaya dan proses sadar untuk memahami dan memaknai realitas politik dari cara pandang dan pola pikir Alkitab. Sebagai orang percaya yang mau atau sudah terjun dalam dunia politik agar hidup sesuai kebenaran firman Tuhan. Lakukanlah yang baik dan berkenan kepada Tuhan, bersikaplah jujur dan miliki integritas sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, berani menanggung resiko dari prinsip kebenaran yang dipegang teguh, dan menolak dosa dan tawaran duniawi. Berpolitik bukan berarti boleh kompromi dengan dosa atau hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Dalam berpolitik semua orang percaya harus mengedepankan prinsip firman Tuhan supaya tidak terjadi hasil keputusan yang bertentangan dengan isi firman Tuhan. Mazmur 37:27 berkata: “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya.” Kalau engkau setia dan taat kepada firman-Nya dan melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupmu, maka engkau akan diangkat Tuhan kepada posisi yang terbaik sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui kehidupanmu. Politik itu bersih di tangan orang yang bersih hati dan sikapnya, tetapi kotor di tangan orang yang jahat. Ingatlah akan penderitaan sesamamu dan lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan semua tanpa mengabaikan kebenaran iman Kristiani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barclay, William
2015 Pemahaman Alkitab Setiap Hari; Injil Matius Pasal 11 -28. Jakarta: BPK,Gunung Mulia

Budiarjo, Miriam,
1989 Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia

Ebenstein, William,
1972 “Political Science”, dalam Encyclopedia Americana. New York: Americana Corporation
Ehman, Bart D.,
2004 The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings. New York, Oxford: Oxford University Press

Hasibuan, Imran (ed).,
2013 Politik itu Suci Pemikiran dan Praktik Politik itu Sabam SIrait. Jakarta: Gramedia

Koten, Yosef Keladu,
2010 Partisipasi Politik: SebuahAnalisisAtasEtika Politik Aristoteles. Maumere: Penerbit Ledalero More, George Foot,
1960 Judaism. USA: Hendrickson Publisher

Robert, Robertus dan Ronny Agustinus (eds),
2014 Kembalinya Politik: Pemikiran Politik Kontemporer Dalam Imran Hasibuan (ed), Politik itu SUci Pemikiran dan Praktik Politik Sabam Sirait. Jakarta: Gramedia

Sirait, Saut,
2011 Politik Kristen di Indonesia Suatu Tinjauan Etis. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Sopater, Soelarso (peny).,
1998 Seri Membangun Bangsa: Keadilan dalam Kemajemukan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Stambaugh, John, David Balch,
1997 Dunia Sosial Kekristenan Mula-Mula. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Strong, James,
1990 The New Strong’s: Exhausitive Concordance of The Bible. Nashville,Tennessee: Nelson’s

Sumartana, Th.,
2002 “Panggilan Gereja dalam Reformasi Politik di Indonesia; Sebuah Refleksi. “Dalam Buku Struggling in Hope. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Wahono, S. Wismoady,
1986 Di Sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Sumber Internet:

Rasu, Ricko,Tt “Politik dalam Kajian Etika Kristen” (Bolehkah Orang Kristen atau Pendeta Berpolitik), internet, Diakses 10 Agustus 2017

Wikipedia “Politik”, https://id.wikipedia.org/wiki/Politik, Diakses 10 Agustus 2017 “Otokrasi”, https://id.wikipedia.org/wiki/Otokrasi, Diakses 12 Agustus 2017

“Pengertian Makna dan Definisi Politik Secara Umum Serta Para Ahli”, http://www.ikerenki.com/2014/pengertian-politik-makna-definisi-umum,html, diakses 12 Agustus 2016

Published

2017-04-29

How to Cite

Manafe, F. S. (2017). SIKAP KRISTEN DALAM ARENA POLITIK. Missio Ecclesiae, 6(1), 1-16. https://doi.org/10.52157/me.v6i1.66

Issue

Section

Articles