PENDERITAAN MENURUT ROMA 8:18-25 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA TUHAN MASA KINI

Authors

  • Iwan Setiawan Institut Injil Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52157/me.v6i2.73

Keywords:

penderitaan, Roma 8:18-25, implikasi, Gereja Tuhan masa kini

Abstract

Penderitaan adalah kata yang sering dihindari oleh manusia termasuk orang percaya. Selain itu situasi zaman sekarang yang semakin menekan umat manusia, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus bahwa zaman akhir dunia ini ditandai bukan oleh perdamaian, melainkan oleh peperangan yang bertambah-tambah  (Mat. 24:6). Banyak martir di negara-negara komunis yang menjadi korban kekerasan dan penindasan, yang mengakibatkan penderitaan. Mengenai Indonesia, meskipun bukan negara komunis atau negara terlarang untuk Injil, namun ratusan gereja telah dirusak dan dibakar, yang mengakibatkan korban yang cukup banyak. Ada cukup banyak kesaksian tentang penderitaan orang percaya karena iman mereka kepada Kristus, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang percaya yang belum memahami arti penderitaan itu. Hal ini nampak pada seringnya jemaat disuguhkan Firman Tuhan yang menawarkan kesenangan hidup belaka, tanpa harus mengalami penderitaan. Karena itu mereka lebih banyak melarikan diri, putus asa dan kecewa ketika mengalami penderitaan, padahal sesungguhnya penderitaan tidak dapat dihindari, namun yang dimaksudkan penulis adalah cara menanggapi penderitaan itu harus sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan, yaitu bahwa penderitaan yang dialami manusia itu tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan (Rm. 8:18). Paulus menegaskan bahwa bahwa orang percaya akan mengalami penderitaan, namun penderitaan itu hanya sedikit atau sebagian kecil dari kemuliaan yang akan dinyatakan. Penderitaan dan hawa nafsu terjadi karena dunia ini memang berdosa. Penderitaan yang diderita umat manusia terjadi setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa. Masa sekarang ini semuanya jahat, diwarnai oleh dosa, kematian dan kebinasaan. Suatu ketika akan datang hari Tuhan, yaitu hari penghakiman, ketika dunia akan digoncangkan sampai ke dasarnya; tetapi sesudah itu akan datang suatu dunia baru. Ketika Paulus menggambarkan ini, ia memakai pengertian yang setiap orang Yahudi sudah mengenal dan mengerti. Ia berbicara tentang masa sekarang dan tentang kemuliaan yang akan dinyatakan. Dengan demikian, yang dimaksud Paulus dalam bagian ini adalah keyakinan kita bahwa penderitaan sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang yang akan dinyatakan kepada kita orang yang percaya kepada-Nya. Jadi penderitaan yang kita tanggung sebagai pengikut Kristus menunjukkan keikutsertaan kita dalam penderitaan Kristus, dan dapat disebut juga “menggenapkan apa yang belum tercakup dalam penderitaan Kristus”, supaya kita dapat bersekutu dengan Kristus dalam penderitaan-Nya. Dengan demikian pengharapan di sini berarti harapan adanya suatu keyakinan dan kepastian bahwa orang percaya akan dibebaskan atau dimerdekakan dari kesia-siaan. Tuhan telah mengaruniakan Roh Kudus sebagai jaminan pemberian lebih besar yang akan diterima di masa depan. Inilah pengharapan orang percaya, yaitu penantian penuh keyakinan akan berkat-berkat yang dijanjikan yang sekarang belum ada atau belum tampak. Tidak ada ketekunan yang tidak diawali dengan penderitaan. Ketekunan disediakan bagi kita sebagai hasil penderitaan. Orang yang menolak penderitaan dengan mengeluh dan mencari jalan keluar sendiri tidak akan memperoleh ketekunan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barclay, William
1986 Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Roma. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Berkhof, Louis
1995 Teologia Sistematika, Doktrin Manusia Vol. 2. Jakarta: LRI
Cranfield, C. E. B.
1975 A Critical and Exegetical Commentary on the Epistle to the Romans. Edinburgh: The International Commentary, Clark Limited
Dunn, James D. G.
1988 Word Biblical Commentary Roman 1-8. Dalas, Texas: Word Book Publisher
End, Van den
2003 Surat Roma. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Greenlee, J. Harold
1979 A Consice Exegetical Grammer of New Testament Greek. Michigan: W. B. Eerdemand Publishing Company
Hagelberg, Dave.
1998 Tafsiran Roma. Bandung: Yayasan Kalam Hidup

Hoekema, Anthony
2003 Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah. Surabaya: Momentum
Hadiwijono, Harun
2000 Iman Kristen. Jakarta: Gunung Mulia
Herlianto
1993 Teologia Sukses antara Allah dan Mamon. Jakarta: BPK Gunung Mulia
H. E, Theodore
1991 Mengapa Orang-Orang Kristen Menderita. Jakarta: Mimery Press
Handoko, Yakub Tri
2007 Theologia Kemakmuran. Tenggilis Mejoy: Sekolah Alkitab Malam GKKA
Lempp, Walter
1987 Tafsiran Alkitab Kejadian 1:1 – 4:26. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Michaeli, Frank
1972 Bagaimana Memahami Perjanjian Lama. Bandung: Kalam Hidup
M, Barclay
2002 Kamus Yunani-Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Nahuway, Yakub
1990 Jalan ke Surga telah Ada. Jakarta: GBI Mawar Saron
Pfeiffer, Charles F. & Everett F. Harrison
2004 Tafsiran Alkitab Wycliffe Vol I. Malang: Gandum Mas
Sutanto, Hasan
2003 Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Jilid III. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia

Teguh Sutandio, Denny
t.t. Hidup oleh Roh dan Pengharapan Anak-anak Allah, http://www.dgip-go.id/ebscript/publicportal.cgi
Tulluan, Olla
2002 Bahasa Yunani I. Batu: Departemen Literatur YPPII

Y., Setiyardi, Tomi Aryanto, & Ayu Cipta
2004 Majalah Tempo, Edisi 21 November

Zodhiates, Spiros
1993 The Complete Word Study Dictionary of New Testament. Chattanoga: AMG Publisher

Abstract viewed = 5333 times

Citation

Published

2017-10-29

How to Cite

Setiawan, I. (2017). PENDERITAAN MENURUT ROMA 8:18-25 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA TUHAN MASA KINI. Missio Ecclesiae, 6(2), 139–166. https://doi.org/10.52157/me.v6i2.73

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)